Keruing Keladan/Pelahlar Beurit/Wuluk Bulan
Keruing keladan merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Dipterocarpaceae. Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Dipterocarpus gracilis ini berasal dari bioma beriklim tropis basah dengan rentang sebaran mulai dari Assam hingga kawasan Malesia bagian barat dan tengah. Di Indonesia keruing keladan memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya wuluk bulan (Jawa), atau damar kacawai (Sumatra). Nama ilmiah Dipterocarpus gracilis pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carl Ludwig Blume pada tahun 1825.
Pohon biasanya memiliki batang yang besar dan lurus dengan tinggi bisa mencapai 50 m, batang bebas cabang 25-35 m, diamneter batang mencapai 100 cm atau lebih, dan tinggi banir mecapai 2 m. Kulit kayu kasar, mengelupas besar-besar, berwarna kuning coklat, bagian dalamnya kuning muda. Daun tunggal, berbentuk elips atay bulat panjang dengan ujung runcing dan pangkal daun membulat, ukuran helaian daun panjang 10-18 cm, lebar 5,5-12 cm. Permukaan helaian daun bagian atas licin, mengkilap, bagian bawah berbulu, ujung tangkai daun membengkok, panjang tangkai daun 2-3 cm. Bunga pohon ini biasanya berwarna putih atau kuning, dua kelopak bunga tumbuh berbentuk sayap yang panjang 10-13 cm, sedangkan 3 kelopak bunga lainnya berbentuk bulat sampai bulat panjang yang kecil. Buah diliputi kelopak bunga yang berbentuk tabung dengan membulat dibagian pangkal, buah berukuran panjang 1,3 cm, lebar 1,6 cm dan tangkai buah panjang 1,5-3 cm. Damar warna putih, agak kuning atau kuning muda.
Kayunya termasuk salah satu spesies kayu pertukangan yang mempunyai kelas awet III-IV, Berat Jenis 0,73. Spesies ini telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mulai dari atap bangunan, lantai rumah, tiang rumah, alat rumah tangga, kusen pintu dan jendela, jembatan, darmaga pelabuhan, dan perahu. Selain penghasil kayu, D.gracilis Blume menghasilkan minyak keruing yang secara lokal dimanfaatkan untuk obor, minyak cat dan menambal perahu. Kulit batang dapat sebagai tonik/obat kuat yaitu air rebusan kulit batang diminum untuk menyembuhkan penyakit rematik dan liver Soerianegara et al., 1994).



.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
