Kontak

Kontak : nyaahkaalam@gmail.com

Jumat, 01 Mei 2026

Saninten

 Pohon Saninten (Castanopsis argentea Blume A.DC)

Adalah tumbuhan pohon asli Indonesia yang keberadaannya sudah langka. Saninten, nama lainnya yakni Berangan memiliki daun tunggal berseling, berbentuk lancip memanjang (lanset). Permukaan daun berlilin dan bagian bawahnya berwarna abu-abu keperakan ditutupi bulu-bulu menyerupai bintang atau sisik yang lebat. memiliki tinggi 35 hingga 40 meter. Kulit batangnya berwarna hitam, kasar dan pecah-pecah dengan permukaan tidak rata. Terdapat alur-alur memanjang pada batang yang tak lain adalah garis empulur yang menonjol keluar.

Pohon saninten secara umum tumbuh dan menyebar di wilayah Sumatra dan Jawa. Habitat atau tempat tumbuh saninten berada di hutan primer atau sekunder tua, sering di tanah kering atau subur, pada kisaran ketinggian 150 hingga 1.400 m. (ITTO, 2017) 
Saninten merupakan salah satu pohon yang sulit ditemukan permudaan alaminya karena populasinya yang sangat sedikit, sedangkan buahnya disukai oleh satwa liar dan masyarakat sekitar untuk dikonsumsi (Heriyanto et al. 2007).  Biji Saninten biasanya diolah secara sederhana. Bisa direbus atau dibakar hingga lunak durinya. Bisa juga cangkang bijinya dipecahkan, lalu diambil bagian dalamnya untuk disangrai, sedikit diberi garam dan mentega serta bernilai ekonomis tinggi juga. Meskipun rasa buahnya istimewa tapi sangat sulit mendapatkan buah ini karena saingannya banyak, ada Lutung, Monyet, Musang dan hewan pemakan buah-buahan lainnya.

Selain itu, Saninten juga berbuah dua tahun sekali. Kalaupun berbuah setiap tahun, biasanya berselang setahun buahnya kosong. Baru setahun kemudian berisi buahnya. Berarti anakan Saninten dari pohon induknya sulit didapat karena masa berbuahnya lama. Ditambah lagi tiap bijinya ludes di makan pemangsa. Padahal biji tersebut merupakan cikal bakal anakan. Kalau begitu, tak salah bila Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) menyatakan tumbuhan ini langka.

Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa pohon Saninten kini dilindungi. Tak heran bila Pemerintah tegas dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 92 tahun 2018. Regulasi tersebut menyertakan Saninten sebagai salah satu jenis tumbuhan yang kini dilindungi. Juga tercantum dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN pada tahun 2017 terdaftar sebagai Terancam Punah berdasarkan kriteria A2c. Jadi, sekarang Saninten statusnya dilindungi baik di dalam dan di luar kawasan hutan. Lalu, apakah buah Saninten juga tidak boleh dikonsumsi lagi? Menurut Peraturan Menteri Kehutanan nomor 35 tahun 2007, buah Saninten termasuk salah satu jenis komoditas hasil hutan bukan kayu yang diperkenankan untuk pemanfaatannya.
Klasifikasi
  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil)
  • Ordo: Fagales
  • Famili: Fagaceae (Suku pasang-pasangan)
  • Genus: Castanopsis
  • Spesies: Castanopsis argentea (Blume) A.DC.
  • Sinonim: Castanea argentea Blume


  • Saninten menjadi salah satu koleksi tanaman pada arboretum Nyaah ka alam, merupakan aksi konservasi ex-situ.

    Tentang Kami

    Saninten

     Pohon Saninten ( Castanopsis argentea Blume A.DC ) Adalah tumbuhan pohon asli Indonesia yang keberadaannya sudah langka.  Saninten, nama la...